Membangun permintaan yang belum ada

Segera

E-Course Demand Gen Campaign

Demand Gen itu kebalikan Search. Tidak ada yang sedang mencarimu, jadi kamu yang datang lebih dulu — lewat gambar dan video di YouTube, Discover, dan Gmail. Yang dikerjakan bukan menangkap niat, melainkan menumbuhkannya.

Belum dibuka. Materinya sedang disusun. Harganya diumumkan menjelang rilis.

images/e-course-hero.png Potret 4:5

Isi materinya

Urutannya mengikuti urutan kerja sungguhan, bukan urut dari yang paling gampang. Conversion tracking sengaja ditaruh di depan, karena melewatinya membuat seluruh materi sesudahnya tidak ada yang bisa diukur.

  1. 1

    Kapan Demand Gen masuk akal

    Membedakan produk yang permintaannya sudah ada dari yang belum. Salah menilai di sini membuat seluruh anggaran habis di tempat yang salah.

  2. 2

    Conversion tracking dan sinyal audiens

    Memasang penanda konversi, lalu memastikan datanya cukup untuk dipakai algoritmanya belajar.

  3. 3

    Riset audiens

    Menyusun segmen dari minat, perilaku, dan data pelangganmu sendiri — bukan menebak dari demografi.

  4. 4

    Materi visual yang bekerja

    Gambar dan video seperti apa yang berhenti di-scroll orang, dan berapa banyak variasi yang perlu disiapkan.

  5. 5

    Struktur campaign Demand Gen

    Membagi audiens dan materi supaya hasilnya bisa dibaca, bukan menumpuk semuanya jadi satu.

  6. 6

    Bidding dan fase belajar

    Kenapa hasil minggu pertama tidak boleh dinilai, dan apa yang boleh disentuh selama masa belajar.

  7. 7

    Membaca performa yang bukan klik

    Metrik mana yang menandakan materimu bekerja padahal konversinya belum kelihatan.

  8. 8

    Menyambungkannya ke Search

    Orang yang sudah kenal produkmu akan mencarinya. Bagian ini menyiapkan jalannya supaya tidak diambil kompetitor.

Cocok kalau

  • Produk atau kategorimu masih baru dan belum banyak dicari.
  • Kamu punya materi visual, atau siap membuatnya.
  • Kamu sanggup menunggu — hasilnya tidak secepat Search.

Jangan ambil ini kalau

Orang sudah mencari produkmu di Google

Menjemput permintaan yang sudah ada jauh lebih murah daripada membangunnya dari nol.

Lihat Search Campaign

Anggaranmu kecil dan butuh hasil bulan ini

Demand Gen butuh waktu dan materi. Kalau targetnya bulan ini, Search lebih masuk akal.

Lihat Search Campaign

Cara belajarnya

Sama untuk semua kursus. Seluruhnya online, di member area situs ini — tidak ada jadwal Zoom yang harus dikejar dan tidak ada kelas yang tertinggal kalau kamu berhalangan.

Terbagi jadi bab dan pelajaran

Tiap pelajaran punya perkiraan durasinya, jadi kamu bisa menakar mau menghabiskan berapa lama sekali duduk.

Progresmu tercatat sendiri

Pelajaran yang sudah selesai ditandai otomatis. Kamu tidak perlu mengingat terakhir berhenti di mana.

Kapan pun, di mana pun

Dibuka dari HP atau laptop, jam berapa pun. Kecepatannya kamu yang tentukan.

Yang menyusun materinya

Saya Renra Sedoya. Sepuluh tahun lebih menangani Google Ads — dulu memegang brand besar, sekarang bersama tim di Digimaya mengelola campaign untuk puluhan bisnis, dari yang anggarannya Rp 5 juta sebulan sampai ratusan juta.

Isi kursusnya pola yang saya temui berulang di akun-akun itu — yang berhasil maupun yang boncos. Bukan teori yang saya baca di tempat lain.

  • Google Premier Partner Agency
  • Google Ads Certified Professional (Search, Display, YouTube, Shopping, Google Analytics)
  • Rp 33+ Miliar Total Ad Spend dan Terus Tumbuh
  • 500+ Alumni
  • Trainer di Program Resmi Google Indonesia
Total ad spend per tahun
Ini total ad spend yang saya dan tim pegang dalam setahun.

Angka ini bukan janji hasil buat kamu. Ia cuma menjawab satu pertanyaan yang wajar ditanyakan sebelum membeli materi belajar: orang yang menyusunnya benar-benar mengerjakan ini atau tidak.

Kata yang pernah belajar sama saya

Semua ini dari mentoring dan training, bukan dari e-course — kursusnya memang belum dibuka. Yang bisa kamu nilai dari sini cara saya mengajar, bukan isi kursusnya.

Testimoni klien
Testimoni klien
Testimoni klien
Testimoni klien
Testimoni klien
Testimoni klien

Belum dibuka, tapi boleh ditanya duluan

Ceritakan produk dan kondisi bisnismu. Saya bilang apa adanya kursus ini cocok atau tidak — termasuk kalau menurut saya kursus yang satunya lebih pas buat kamu.