Konsultan Google Ads

Iklannya jalan terus. Tapi uangnya benar-benar balik, atau cuma kelihatan sibuk?

Saya masuk ke akun Google Ads bisnis kamu, bedah sampai ke akarnya, dan tunjukkan di mana anggarannya bocor. Hasilnya bukan laporan setebal buku, tapi rencana kerja yang bisa langsung dijalankan timmu.

Rp 33+ Miliar
Ad spend yang saya pegang per tahun
10+ Tahun
Menangani akun Google Ads
500+
Bisnis dan marketer yang saya latih
Renra Sedoya

Ini untuk kamu yang mana?

Tiga-tiganya punya masalah yang sama: keputusan diambil tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam akun.

Punya tim in-house

Timmu yang menjalankan iklannya, tapi kamu tidak punya cara menilai apakah yang mereka kerjakan sudah benar.

Pakai agensi

Laporannya rapi tiap bulan, angkanya naik-turun, tapi kamu tidak pernah benar-benar tahu uangnya lari ke mana.

Jalan sendiri

Kamu sendiri yang pegang akunnya sambil mengurus bisnis. Iklannya jalan, tapi kamu tidak sempat mendalaminya.

Lima hal yang hampir selalu saya temukan

Dari akun ke akun, masalahnya berulang. Kalau minimal satu terasa familiar, kemungkinan besar sisanya juga ada.

1

Konversi yang dihitung ternyata bukan penjualan

Banyak akun menghitung klik tombol atau kunjungan halaman sebagai konversi. Angkanya kelihatan bagus di laporan, padahal tidak ada yang membeli.

2

Anggaran habis di kata kunci yang salah

Search terms report jarang dibuka. Di situ biasanya ketahuan puluhan juta terpakai untuk pencarian yang tidak pernah mungkin jadi pembeli.

3

Struktur akun menyulitkan diri sendiri

Semua campaign dijadikan satu, atau dipecah tanpa alasan. Akibatnya tidak ada yang bisa dioptimasi tanpa merusak yang lain.

4

Bidding diserahkan penuh ke otomatis, tanpa data

Smart bidding butuh data konversi yang benar. Kalau datanya salah sejak awal, sistem Google justru dioptimalkan ke arah yang keliru.

5

Landing page tidak nyambung dengan iklannya

Iklannya menjanjikan A, halamannya bicara B. Trafiknya masuk, lalu pergi. Yang disalahkan biasanya iklannya.

Cara kerjanya

Dari akses sampai blueprint, biasanya selesai dalam dua sampai tiga minggu — tergantung seberapa besar akunnya.

  1. 1

    Akses & pemetaan

    Kamu beri saya akses baca ke Google Ads, GA4, dan Tag Manager. Saya petakan dulu kondisi sekarang: struktur, anggaran, dan apa yang sebenarnya terhitung sebagai hasil.

  2. 2

    Audit

    Saya bedah akunnya sampai ke search terms dan setelan konversi. Yang saya cari bukan daftar kesalahan, tapi mana yang benar-benar memakan uang paling banyak.

  3. 3

    Presentasi temuan

    Kita duduk bareng lewat Zoom. Saya tunjukkan temuannya langsung di layar akunmu, bukan lewat dokumen yang harus kamu tafsirkan sendiri.

  4. 4

    Blueprint

    Rencana kerja yang tersusun berdasarkan urutan dampaknya: apa yang dibereskan minggu ini, apa yang menyusul, dan apa yang dibiarkan dulu.

Yang kamu terima

Semuanya dibuat supaya bisa dikerjakan orang lain — timmu, atau agensi yang sudah kamu pakai. Tidak ada bagian yang cuma saya yang bisa mengerjakannya.

Tanya Dulu Soal Audit
  • Dokumen audit lengkap — struktur campaign, keyword, iklan, tracking, dan landing page
  • Daftar kebocoran anggaran, beserta perkiraan berapa yang bisa dihemat
  • Blueprint campaign yang tersusun menurut urutan dampaknya, bukan daftar tugas acak
  • Rekaman sesi presentasi, supaya timmu bisa menontonnya ulang
  • Framework evaluasi supaya kamu bisa menilai sendiri performa iklan tiap bulan
  • Ruang tanya-jawab lewat WhatsApp selama masa pengerjaan

Setelah blueprint-nya jadi

Audit ini berdiri sendiri. Selesai ya selesai — tidak ada kewajiban lanjut.

Jalan sendiri

Blueprint-nya kamu serahkan ke tim atau agensi, lalu mereka yang mengeksekusi. Ini yang paling sering dipilih, dan memang tujuan saya menyusunnya seperti itu.

Didampingi bulanan

Kalau kamu mau ada yang terus mengawasi, kita lanjut per bulan: evaluasi berkala, keputusan scale atau stop, dan tempat bertanya saat timmu mentok. Bisa dihentikan kapan saja.

Renra Sedoya bersama tim Google Indonesia
Bahas materi Google Ads & YouTube Ads bareng tim Google Indonesia.

Kenapa temuan saya bisa kamu pegang

Saya memegang ad spend lebih dari Rp 33 miliar setahun, dan sudah sepuluh tahun lebih menangani akun Google Ads dari berbagai jenis bisnis.

Materi yang saya pakai juga dibahas langsung bareng tim Google Indonesia, jadi acuannya best practice resmi — bukan trik yang manjur sebentar lalu bikin akunmu bermasalah belakangan.

Kata mereka yang akunnya sudah saya pegang

Screenshot chat aslinya. Nomor dan nama saya sensor, isinya tidak.

Testimoni klien
Testimoni klien
Testimoni klien
Total ad spend per tahun
Ini total ad spend yang saya dan tim pegang dalam setahun.

Audit ini bukan buat semua bisnis

Lebih baik ketahuan sekarang daripada setelah uangnya keluar.

Cocok kalau:

  • Sudah beriklan rutin dan anggarannya cukup berarti buat bisnismu
  • Mau tahu kondisi sebenarnya, walaupun temuannya tidak enak didengar
  • Bisa memberi akses baca ke akun Google Ads dan GA4
  • Punya orang — tim sendiri atau agensi — yang akan menjalankan rencananya

Belum cocok kalau:

  • Baru mau mulai beriklan dan belum punya data apa pun untuk diaudit
  • Mencari jaminan angka tertentu dalam waktu tertentu
  • Tidak bisa atau tidak mau membuka akses akun
  • Berharap saya yang menjalankan iklannya sehari-hari

Cari tahu dulu kondisi akunmu sebenarnya

Ngobrol dulu, gratis. Ceritakan kondisi bisnis dan iklanmu sekarang, lalu saya bilang apa adanya apakah audit ini memang kamu butuhkan atau belum.

Tidak ada hard selling. Kalau menurut saya belum perlu diaudit, saya bilang begitu.