Corporate Training

Tim yang mengelola Google Ads dengan cara yang sama, bukan cara masing-masing

Program pengembangan kemampuan tim lewat Google Ads, disusun dari kondisi perusahaan kamu sendiri. Yang dibangun bukan pengetahuan satu-dua orang, melainkan standar kerja yang tinggal di dalam organisasi setelah programnya selesai.

Obrolan awal untuk memetakan kebutuhan, bukan penawaran. Gratis, dan tidak harus berlanjut.

Kelas training Google Ads berlangsung di ruang rapat perusahaan

Yang biasanya terlihat sebelum perusahaan menghubungi saya

Hampir tidak pernah karena timnya kurang bekerja keras. Yang bikin hasilnya naik-turun justru hal yang lebih sederhana.

Dua orang mengerjakan hal yang sama dengan cara berbeda, dan hasilnya jadi tidak bisa dibandingkan

Optimasi bergantung pada satu-dua orang; kalau mereka cuti, akunnya ikut berhenti berkembang

Rapat mingguan lebih banyak berisi pendapat daripada angka yang dipahami bersama

Ada yang belajar dari YouTube, ada dari pengalaman, dan tidak ada acuan yang sama

Semuanya berujung pada satu hal: tiap orang punya cara belajar, cara membaca data, dan cara memutuskan yang berbeda. Selama itu dibiarkan, kualitas pekerjaan akan terus bergantung pada siapa yang kebetulan mengerjakan.

Yang sebenarnya dibeli perusahaan

Bukan dua hari kelas. Kemampuan cuma pangkalnya — yang dikejar ada di ujung rantai ini, dan itulah yang akhirnya muncul di laporan.

  1. Tahap 1

    Kemampuan

    Tim menguasai cara kerjanya

  2. Tahap 2

    Eksekusi

    Pekerjaan jadi lebih rapi dan seragam

  3. Tahap 3

    Keputusan

    Pilihan diambil dari data, bukan dugaan

  4. Tahap 4

    Hasil bisnis

    Yang akhirnya kamu ukur

Itu sebabnya programnya tidak berhenti di hari terakhir kelas. Kalau berhenti di situ, yang kamu beli baru tahap pertama.

Tidak ada dua perusahaan yang mulai dari titik yang sama

Dan karena titik awalnya berbeda, kebutuhan belajarnya tidak bisa disamakan. Ini alasan silabusnya selalu disusun ulang — bukan karena bisa, tapi karena kalau tidak, sebagian isinya pasti meleset.

1

Tim digital yang baru dibentuk

Belum ada kebiasaan kerja yang terbentuk, jadi yang paling menentukan justru urutan belajarnya. Salah urutan, timnya hafal fitur tapi tidak paham kapan memakainya.

2

Sudah jalan bertahun-tahun, tapi caranya berbeda-beda

Kemampuannya ada, yang belum ada kesepakatan. Di sini pekerjaannya lebih banyak menyamakan cara membaca data dan mengambil keputusan daripada mengajarkan hal baru.

3

Tim berpengalaman yang tertinggal ekosistemnya

Google Ads berubah lebih cepat daripada kesempatan tim untuk mengejar. Yang dibutuhkan bukan dasar-dasarnya, melainkan menyusun ulang cara kerja mengikuti yang sekarang berlaku.

Bagaimana programnya disusun

Belajarnya tidak dimulai saat saya masuk ruangan, dan tidak berhenti saat saya keluar. Empat tahap ini satu rangkaian.

  1. Sebelum hari pertama

    Kita bahas dulu kondisi tim, cara kerja yang berjalan sekarang, dan target bisnis yang ingin dikejar. Tanpa ini, materinya cuma tebakan yang kebetulan rapi.

  2. Penyusunan silabus

    Isinya ditentukan dari jarak antara kondisi tim sekarang dan yang ingin dicapai — bukan dari daftar materi yang sudah ada, lalu dipilih mana yang kira-kira cocok.

  3. Di ruang kelas

    Contoh yang dibahas memakai campaign, halaman tujuan, dan data perusahaanmu sendiri. Tim tidak perlu menerjemahkan lagi begitu kembali ke meja kerjanya.

  4. Setelah kelas selesai

    Alat kerja dan pendampingan, supaya yang dipelajari sempat jadi kebiasaan sebelum keburu terlupakan di tengah pekerjaan harian.

Peraga silabus yang keluar dari tahap kedua — jarak antara kondisi tim sekarang dan yang dituju, lalu isi kelas yang diurutkan dari jarak terlebar. Angkanya karangan; silabus aslinya disusun dari kondisi timmu sendiri.

Yang berubah setelah programnya selesai

Ukurannya bukan seberapa ramai tanya-jawab di kelas. Ukurannya baru kelihatan beberapa minggu setelahnya, waktu tim kembali ke pekerjaan hariannya.

Ceritakan Kondisi Tim Kami

Kalau menurut saya program ini belum yang kamu butuhkan, saya bilang begitu.

  • Satu kerangka yang sama dipakai seluruh tim saat riset kata kunci
  • Evaluasi campaign mengikuti urutan yang sama, siapa pun yang mengerjakan
  • Rapat mingguan berangkat dari angka yang dibaca dengan cara yang sama
  • Keputusan optimasi tidak lagi bergantung pada pengalaman satu orang
  • Anggota baru bisa dibawa masuk memakai bahan yang sudah dipakai tim

Yang tinggal di organisasi setelahnya

Ini bukan daftar fasilitas. Masing-masing ada karena satu pekerjaan tertentu — menjaga supaya yang dipelajari tidak ikut pulang bersama orangnya.

Materi lengkap

Jadi rujukan internal saat kamu memasukkan anggota tim baru, tanpa perlu mengulang training dari nol.

Template & checklist

Supaya riset dan evaluasi dikerjakan dengan cara yang sama oleh siapa pun di tim.

SOP optimasi

Mengurangi variasi cara kerja antar orang — bagian yang paling sering bikin hasilnya naik-turun.

Pendampingan 30 hari

Menemani fase paling rawan: minggu-minggu pertama ketika tim mulai menerapkannya sendiri.

Tiap orang yang ikut juga menerima sertifikat keikutsertaan.

Dua pilihan durasi

Dijalankan luring di kantormu, 1–2 hari. Isi di bawah ini gambaran umum; susunan akhirnya mengikuti hasil obrolan kebutuhan.

1 Hari

Sekitar 7 jam

Tim yang sudah menjalankan iklan dan perlu disamakan cara kerjanya.

  • Struktur akun dan cara menyusunnya ulang
  • Riset kata kunci beserta pembacaan intent
  • Pengukuran konversi yang benar-benar mewakili penjualan
  • Membaca laporan dan mengambil keputusan dari angkanya

Paling sering diambil

2 Hari

Dua hari penuh, dengan praktik di akun sungguhan

Tim yang perlu sampai bisa berjalan mandiri setelahnya.

  • Seluruh materi hari pertama
  • Praktik langsung di akun Google Ads perusahaanmu
  • Campaign lanjutan: Performance Max, Demand Gen, Remarketing
  • Menyusun SOP optimasi mingguan dan bulanan bersama tim
  • Sesi terbuka membahas kondisi akun kamu sendiri

Timnya Cuma 1–3 Orang?

Format kelas jadi kurang masuk akal untuk jumlah segitu — biayanya tidak sepadan dengan yang didapat. Untuk tim sekecil itu, mentoring privat 1-on-1 biasanya jauh lebih efektif.

Renra Sedoya bersama tim Google Indonesia
Bahas kurikulum Google Ads & YouTube Ads bareng tim Google Indonesia.

Kenapa silabusnya tidak pernah sama

Karena saya sudah melihat cukup banyak susunan tim untuk tahu bahwa tantangannya tidak pernah berulang. Lebih dari 500 orang sudah saya latih, dan saya juga mengajar di program resmi Google Indonesia — silabusnya dibahas langsung bareng tim Google, jadi acuannya best practice resmi.

Di luar mengajar, saya dan tim memegang ad spend lebih dari Rp 33 miliar per tahun. Itu yang membuat contoh di ruang kelas datang dari pekerjaan yang sedang berjalan, bukan dari skenario yang dikarang untuk latihan.

Dari kontak sampai pendampingan

Tidak ada komitmen sampai proposalnya kamu setujui.

  1. 1

    Ngobrol kebutuhan

    Kita bahas kondisi tim, kemampuannya sekarang, dan apa yang ingin berubah setelah program selesai.

  2. 2

    Proposal & silabus

    Saya kirim rancangan materi, durasi, dan biayanya — disusun dari hasil obrolan tadi, bukan disalin dari kelas lain.

  3. 3

    Pelaksanaan

    Di tanggal yang disepakati, di kantormu. Yang perlu disiapkan cuma ruangan dan laptop.

  4. 4

    Pendampingan

    Tiga puluh hari berikutnya tim boleh bertanya lewat WhatsApp sambil menerapkan materinya.

Beberapa kelas yang sudah saya isi

Perusahaan, instansi, dan komunitas di beberapa kota.

Dokumentasi training
Dokumentasi training
Dokumentasi training
Dokumentasi training
Dokumentasi training
Dokumentasi training

Yang biasanya ditanyakan

Tim kami sudah bisa Google Ads. Masih perlu?

Mungkin memang sudah bisa, dan saya tidak akan berpura-pura sebaliknya. Tapi "bisa" dan "punya standar yang sama" adalah dua hal berbeda. Program ini bukan mengajarkan cara menjalankan campaign kepada orang yang sudah menjalankannya; ia menyamakan cara berpikir, kerangka analisis, dan standar optimasi supaya kualitas keputusan tidak bergantung pada siapa yang kebetulan mengerjakan.

Materi seperti ini kan ada gratis di YouTube?

Betul, dan sebagian memang bagus. Tapi YouTube menjelaskan fitur — ia tidak tahu struktur timmu, target bisnismu, kondisi akunmu, atau di bagian mana tim kamu sebenarnya tersendat. Yang dibayar di sini bukan informasinya, melainkan proses belajar yang disusun dari kondisi perusahaanmu sendiri.

Materinya benar-benar disesuaikan, atau cuma urutan slide yang diganti?

Penyesuaiannya terjadi sebelum silabus disusun, bukan sesudahnya. Dari obrolan awal saya cari dulu jarak antara kondisi tim sekarang dan yang ingin dicapai; isi materinya ditentukan dari jarak itu. Jadi yang berubah tujuan pembelajarannya, bukan urutan halamannya.

Bagaimana memastikan ilmunya tidak hilang beberapa minggu setelahnya?

Ini kekhawatiran yang wajar, dan sering terbukti di banyak program. Karena itu template, SOP, kerangka kerja, dan pendampingan 30 hari bukan fasilitas tambahan — itu bagian yang menjaga agar pembelajarannya sempat berubah jadi kebiasaan. Materinya juga sengaja bisa dipakai ulang saat kamu memasukkan orang baru.

Berapa jumlah tim yang ideal?

Paling efektif 8 sampai 20 orang. Lebih dari itu masih bisa, tapi sesi praktiknya jadi kurang leluasa. Yang lebih menentukan sebenarnya bukan jumlahnya, melainkan keseragaman levelnya — kalau di satu ruangan ada yang baru mulai dan ada yang sudah mahir, biasanya lebih baik dipecah jadi dua kelas.

Bisa di luar Jakarta?

Bisa, dan sudah beberapa kali. Untuk luar kota, biaya perjalanan dan akomodasi dihitung terpisah dan saya sebutkan di depan dalam proposal — tidak ada yang muncul belakangan.

Berapa biayanya?

Tergantung durasi, jumlah orang, dan lokasi. Angkanya saya sebutkan di proposal, setelah tahu kebutuhannya — supaya yang kamu terima adalah harga untuk program yang memang dirancang buat timmu, bukan angka pasang yang belum tentu sesuai.

Mulai dari memetakan kebutuhannya

Ceritakan kondisi tim kamu sekarang dan apa yang ingin berubah. Dari situ saya susun rancangan programnya beserta biayanya — dan kamu punya waktu untuk menimbangnya di dalam.

Proposalnya gratis, dan tidak mengikat sampai kamu setujui.